Skip navigation

day 3
gue tertekan banget karena belakangan ini banyak undangan nikah buat bokap gue yang dateng ke rumah. undangan-undangannya itu super hlamor dan begitu dilihat udah tau pasti tempat nikahnya hotel berbintang lima. seriously, waktu gue liat ada another undangan mewah dateng lagi tadi waktu gue sampe rumah, gue langsung nangis. bahkan gue lagi nangis sekarang sambil ngetik.

gue inget, tiap bokap pulang dari resepsi-resepsi gitu, beliau suka cerita. tempatnya yang didekor super mewah lah, makanannya yang lezat banget lah, sampe kemarin terakhir cerita bahwa suvenirnya weddingnya itu HENGPON. iya, bukan doorprize, tapi SUVENIRnya itu henpon!!! FARK! the idea of DOOR PRIZE di wedding party itu aja udah silly abis buat gue. who the hell came up with that idea? katanya ada door prize buat nahan tamu biar ga pulang. tapi yah kan elo tau, bahwa temen-temen deket lo bakal (hopefully) nyadar untuk nunggu sampe acara foto-foto, dan temen2 yg ga deket atau tamu ortu kan paling cuma singgah, so WTF with this doorprize thing.

terus gue kepikiran wedding party gue. wedding party yang decent enough yang bisa gue dan pacar gue berikan buat bokap gue yg pengusaha gede. karena dari awal udah diminta, untuk milih tempat yg ga malu-maluin. semua tabungan kita akan habis di sana. alokasi budget paling besar semua di resepsi, sampe gue tutup mata cari bridal-bridal mahal dan bertahan dengan the cheapest deal we could get. belakangan ini nyokap gue terus meneror gue dengan pertanyaan apakah gue dan pacar butuh uang untuk ini itu. tapi selalu kami tolak. dari awal mereka memang sudah menawarkan membiayai ini semua, atau menawarkan kami tinggal di salah satu rumah, jd kami ga perlu cari kontrakan. sempet gue terlena dengan ide itu, tapi buru-buru disadarkan oleh pacar bahwa we are able to do this on our own.

gue sama pacar gue bangga kalau kami bisa biayain pernikahan ini itu tanpa bantuan orang lain, apalagi orang tua kami sendiri. tapi sampai sekarang yang gue takutin itu whether this is enough for my father or not, he hasn’t said anything about this wedding. sampe bulan -ber -ber nanti pasti masih banyak undangan yang bakal dateng ke rumah ini. I can’t afford having a meltdown every time one comes.

cheer me up, please?
ste

Advertisements

10 Comments

  1. at times like this, it would be easy to say just have a simple and proper wedding, tapi kenyataan gak semudah itu. bertahan ya, Ste, inget obrolan di plurk, rejeki selalu datang ketika kita butuh, bukan sebelumnya, sabar ya *peluk*

    • betul Nita, semua akan indah pada waktunya ya :) (Cozy)

  2. people could have unlimited-budget wedding party. tapi belum tentu thats what they want. You have your own party, make sure everything gonna be your style. about parents, well, they will give you a wedding gift however :), bentuknya apa, bisa apa aja kan ;)

    Oh Ste, i’m so interested in ur wedding preps because i had ours with ours own money too :)

    • thank you, shaaaa. i need lots of encouragement nowadays. did you happen to write yours down? pengen baca :D

        • pashatama
        • Posted May 7, 2010 at 09:25
        • Permalink

        no i didnt, too bad :(

  3. there there.

    • thanks suhu :) :)

  4. HUGZ
    I’m still soooo looking forward to ur wedding, ste. Doesn’t matter what style it is or where it is or what the theme color is. And yes, if we do stay till foto2-time, it’s not because of door prize =p

    • terima kasih litaaaaa. it means so much knowing you guys would fly all the way here. thank you :-*

      • *panik belum beli tiket*
        *panik belum bikin jas*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: