Skip navigation

Few years ago when I thought I could write, I wrote a prolog for a book. The premise of the book was taken from my other blog, If You Were Here (you can check it out here). I even wrote it in Indonesian. Something I’m clearly uncomfortable of doing. I’ve showed to 4-5 people and i remember half of them didn’t love it. I stumbled upon it earlier on the draft tab of my email and here it is, a prolog of a book that I thought I could write.

Prolog

Variabel Rasa Rindu

Tak habis rasanya mengulik rasa rindu. Entah berapa variabel yang aku tuangkan dalam rumusan itu,hasil akhirnya tetap kamu. Terbukti dari catatan perjalanan ini, di mana aku yakin bahwa kita dapat merangkai cerita yang indah bila kita bersama. Nyatanya, tanpa kamu pun, kata-kata seolah terangkai dengan sendirinya. Semesta seolah beresonansi dengan perasaan, rasa rindu itu tadi. Selalu ada desakan untuk memutar dan kembali, tetapi sebagai sesama pecandu rindu, kamu pasti mengerti kenapa keinginan itu tidak pernah kugubris. Diam-diam kita semua rindu untuk merindukan dan dirindukan. Untuk itu, aku tidak bisa tetap tinggal.

Ini cerita tentang kamu tanpa kehadiranmu.

I don’t think I have the heart to write anything anymore.

Advertisements

3 Comments

  1. loh kenapa? ini bagus….. *serius*

  2. hmm, aku juga ngga ngerti kenapa malah malu dgn tulisan ini, karena menurutku tulisanmu bagus banget. dan aku juga serius.

    kayaknya kebanyakan org Indonesia merasa risih kalo nulis dlm bhs Indonesia karena biasanya giliran nulis dlm bhs Indonesia pasti suka diejek sama “temen2”. (‘ciieeeeeh, sok puitis deh lo!’ dsb.) jadinya kita sendiri suka malu kalo nulis sesuatu kyk gini. padahal sayang lho, karena aku sendiri malah sangat menghargai kalo ada org Indonesia yg bisa nulis seindah ini dgn ejaan yg baik dan benar. maklum, suka stress sendiri baca tulisan org Indonesia skarang yg pake gaya alay atau apalah itu, yg malah bikin malu & ngerusak bhs Indonesia yg sebenernya. atau bangsanya nulis ‘di mana’ jadi ‘dimana’ atau ‘dirindukan’ jadi ‘di rindukan’…. aaaaaargh! tidaaaaaak!

    sori ya jadi panjang, tapi menurutku sih seharusnya tulisanmu ini dipelihara baik2 dan patut berbangga deh bisa ikut melestarikan bhs Indonesia walau dlm bentuk sekecil apapun. :)

    dan sori juga kalo komen ini muncul berkali2, karena aku berkali2 nyoba kirim tapi ga berhasil2 kekirim. hiks.

    • @puni @joey makasih banyak ya. Maklum nih aku virgo, kalau terima kritik langsung down haha. Jadinya engga dilanjutin deh. Kebetulan juga pas itu ‘mendadak’ hamil, rasanya males ngapa-ngapain. Sejak itu juga belum jalan-jalan lagi, jadinya keabisan ide. Moga-moga bisa jalan-jalan santai sendirian lagi biar muncul niat menulis lagi. Makasih ya supportnya. xoxo. :D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: