Skip navigation

linimasa

KAMU orang Buddha, kan?

Tebal muka dan telinga. Sepertinya kemampuan itu benar-benar diperlukan kaum Buddhis di Indonesia (atau dunia) saat ini. Ketika semua orang, more likely the narrow-minded ones, selalu bertanya tentang Ashin Wirathu dan status kebhikkhuannya secara berulang-ulang. Pertanyaan itu–beserta banyak turunannya–disampaikan dengan penuh semangat, seakan Ashin Wirathu adalah seorang bhikkhu yang bisa langsung ditemui di vihara terdekat.

Bicara punya bicara, sebelum terus membaca, perlu saya sampaikan bahwa piket Linimasa hari ini bukan merupakan sebuah apologia saya, yang kebetulan seorang Buddhis, dan kalau tidak salah juga kebetulan menjalankan mazhab Buddhisme yang sama dengan Ashin Wirathu.

Dari Google.

Dimunculkan pertama kali di sampul muka majalah Time edisi Juli 2013, wajah Ashin Wirathu dipasangkan dengan tajuk “The Face of Buddhist Terror”. Ia dituding sebagai promotor gagasan tertentu, yang kemudian berujung menjadi kebencian dan konflik Rohingya. Banyak orang di Indonesia yang lebih demen menyebutnya sebagai konflik antara…

View original post 1,036 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: